Breaking News
Loading...

Sistem Bisnis Affiliasi, Peluang Usaha Yang Menjanjikan

Sistem Bisnis Affiliasi, Peluang Usaha Yang Menjanjikan
Sistem Bisnis Affiliasi, Peluang Usaha Yang Menjanjikan - Hai, pembaca blog IdePeluangBisnis yang admin cintai. Ketemu kembali dengan kami disini dalam menyampaikan ide-ide tentang bisnis terbaru. Dan kali ini kita akan membahas tentang sistem dari bisnis affiliasi. Oiya mungkin Anda sudah mengetahui apa sih sistem bisnis ini dari artikel kami sebelumnya, bukan? Atau mungkin masih belum jelas tentang bisnis ini silahkan simak lagi tulisan berikut ya...

Bisnis affiliasi ini cukup mudah. Kita tidak perlu punya stok barang, tidak perlu punya website dan tidak perlu memberikan pelayanan kepada pelanggan. Karena semua hal tersebut telah dihandle langsung oleh produsen melalui websitenya. 
Peluang Usaha Sistim Affiliasi
Sistem Bisnis Affiliasi, Peluang Usaha Yang Menjanjikan

Tugas kita sebagai affiliate marketing adalah mencari pengunjung saja ke website produsen. Bahasa kerennnya PROMOSI....,PROMOSI..., dan PROMOSI teruuss...

Biasanya setiap affiliate diberikan URL khusus untuk dipromosikan. URL ini berbeda untuk tiap affiliate marketing. Dengan URL ini, sistem affiliasi yang ada pada website owner akan mampu mengenali siapa yang mempromosikan webnya.

Jika pengunjung yang kita bawa itu tertarik dan kemudian membeli produk, maka kita akan mendapatkan komisi. Besarnya komisi tergantung perjanjian di awal dengan produsen. Ada produsen yang memberikan komisi 75%, biasanya untuk produk-produk digital. Ada juga yang 50%, bahkan ada yang 10% atau 4%.

Biasanya produk-produk fisik komisinya lebih sedikit. Komisi ini dihitung berdasarkan harga produk yang kita jual. Misalnya kita jual ebook seharga Rp. 200.000 dengan komisi 50%. Maka jika ada yang beli lewat link affiliasi kita, kita akan mendapatkan komisi sebesar Rp. 100.000.

Lebih Dalam Mengenal Sistem Bisnis Affiliasi

Baik, kita coba bahasa lebih detil lagi soal sistem affiliasi. Biar lebih jelas, Admin akan coba jelaskan dalam bentuk cerita.

Sebut saja namanya Bejo. Bejo punya produk-produk untuk dijual lewat internet. Karena kemampuan marketingnya kurang, maka bejo mengundang Paijo untuk memasarkan produk-produknya. Selain itu Bejo juga mengundang Jinem, Panjul, dan Soleh untuk ikut memasarkan. Dalam bayangan Bejo, jika seorang pemasar berhasil menjual 10 produk, maka dari 4 orang tersebut produk Bejo akan laku 40 buah produk. Biar semangat, masing-masing pemasar diberi komisi 10% jika berhasil menjual produk-produknya.

Lalu gimana caranya Bejo tahu siapa yang berhasil memasarkan produk? Bejo membangun sebuah website dengan sistem bisnis affiliasi di dalamnya. Sistem ini akan memberikan URL khusus untuk masing-masing pemasar. Misalnya: Paijo, dia punya URL: http://produkbejo.com/?reg=paijo kemudian si Panjul URL-nya beda lagi yaitu http://produkbejo.com/?reg=panjul demikian juga dengan Jinem dan Soleh masing-masing punya URL khusus.

Sistem affiliasi juga mencatat data sponsor di browser pengunjung. Ketika anda mengunjungi suatu web affiliasi, maka browser anda akan mencatat siapa sponsor dan data-data sponsor lain sesuai setting webnya. Pencatatan ini dinamakan cookies. Cookies bisa bertahan mulai 1 jam, 1 bulan hingga 1 tahun. Selama catatan ini tidak dihapus (clear cookies), maka ketika pengunjung datang lagi, web tersebut akan menggunakan catatan yang lama.

Bagaimana jika pengunjung membuka 2 URL affiliasi yang berbeda? Ada kalanya seorang calon pembeli mendapatkan penawaran dari 2 pemasar yang berbeda?

Misalnya Tinuk dapat 2 buah email. Satu dari Paijo, satu lagi dari Panjul. Pertama Tinuk membuka URL milik Paijo. Kemudian setelah baca email Panjul, Tinukpun membuka URL milik Panjul. Nah, jika kemudian Tinuk berniat membeli, siapa yang jadi sponsornya? Jawabnya adalah Panjul. Karena sistem affiliasi adalah last click win. Siapa yang paling terakhir dikunjungi, dia yang berhak jadi sponsor. Meskipun Paijo sudah mati-matian menawarkan, jika ketika beli Tinuk pake URL-nya
Panjul, maka Panjul yang akan jadi sponsornya.

Nanti ketika registrasi sebagai pembeli, data Panjul akan ikut terekam ke database sehingga Bejo sebagai pemilik produk langsung tahu siapa sponsornya Tinuk. Gambaran sistemnya seperti itu, kalau mau lebih detil lagi tentu kita harus belajar tentang web programming. Tapi sebagai seorang pemasar yang perlu kita tahu cuma satu: Bagaimana mendatangkan calon pembeli lewat URL Affiliasi kita? Sisanya, sudah urusan pemilik produk dengan sistemnya sendiri.

Namun, sebagai pemasar yang baik tentu kita tidak cuma memikirkan itu saja. Kita harus melakukan memberi nilai lebih agar orang mau beli lewat URL Affiliasi kita. Terkadang malah kita perlu menjadi customer service bagi orang-orang yang beli produk lewat kita. Dengan demikian, kita akan dikenal sebagai pemasar yang terpercaya dan peduli kepada pelanggan.

Nah, gimana pembaca ku yang budiman? Apakah Anda saat ini masih ragu dengan model bisnis affiliasi ini. Admin rasa akan sangat rugi jika Anda terlalu masih banyak pertimbangan. Tapi, semua terpulang pada Anda juga sih...Siplah...Semoga bermanfaat.

Oiya bagi Anda seorang akuntan, sebelumnya kami punya artikel yang terkait dengan masalah tersebut. Silahkan klik judul berikutnya ya : Antara Pegawai Akuntansi dan Akuntan