Breaking News
Loading...

Masih Ragu Dengan Hukum Dropshipping, Ini Solusinya!

Masih Ragu Dengan Hukum Dropshipping, Ini Solusinya!
Tulisan ini admin angkat dari tulisan DR. Arifin Badri tentang sistem dropshipping. Tema ini admin angkat karena masih ada dari pelaku usaha online yang masih ragu dengan dengan sistim tersebut tentang kehalalanya. Oiya sebenarnya tulisan ini cukup panjang, cuman admin berkesimpulan untuk mengambil bagian yang terpenting saja. Akan tetapi jika ingin memabca secara keseluruhan tulisan beliau, silahkan kunjungi situs beliau yang berjudul Dropshipping dan Solusinya

Mengenal Dropshipping.

Dengan hadirnya sistem dropshipping di tengah masyarakat ibarat hembusan angin surga bagi banyak orang untuk dapat mewujudkan impian besar mereka.

Bagaimana tidak, dengan sistem “dropshipping” Kita dapat menjual produk bahkan berbagai produk ke konsumen. Semua itu tanpa membutuhkan modal atau berbagai piranti keras lainnya. Yang dibutuhkan hanyalah foto dan spesifikasi produk yang berasal dari supplier/toko peneydeia. Kita dapat menjalankan usaha dengan sistem ini walau tanpa membeli barang terlebih dahulu. Namun demikian Kita dapat menjual produk dimaksud ke konsumen dengan harga yang ditentukan oleh dropshipper.

Masih Ragu Dengan Hukum Dropshipping, Ini Solusinya!
Masih Ragu Dengan Hukum Dropshipping, Ini Solusinya!
Dalam sistem dropshipping konsumen terlebih dahulu melakukan pembayaran baik tunai atau via transfer ke rekening dropshipper. Selanjutnya dropshipper melakukan pembayaran kepada supplier sesuai dengan harga beli dropshipper disertai dengan ongkos kirim barang ke alamat konsumen. Sebagaimana dropshipper berkewajiban menyerahkan data konsumen; berupa nama, alamat, dan nomor telpon kepada supplier. Bila semua prosedur di atas telah selesai, maka supplier bertugas mengirimkan barang yang dibeli kepada konsumen.

Namun perlu dicatatkan; walau supplier yang mengirimkan barang, akan tetapi nama dropshipper-lah yang dicantumkan sebagai pengirim barang. Dengan demikian, konsumen tidak mengetahui bahwa sejatinya ia membeli barang dari supplier (pihak ke dua) dan bukan dari dropshipper (pihak pertama).

Keuntungan Sistem Dropshipping.

Semua orang pasti menyadari bahwa salah satu tujuan utama setiap kegiataan wirausaha ialah mendapatkan keuntungan. Karena itu sudah sepantasnya Kita bila menanyakan apa saja kuntungan mengikuti sistem ini.
Secara umum, menjalankan dropshipping memiliki banyak sisi positifnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Dropshipper, mendapatkan keuntungan atau fee atas jasanya memasarkan barang milik supplier.
2. Tidak butuh modal besar untuk dapat mengikuti sistem ini.
3. Sebagai dropshipper, anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang.
4. Walau tanpa berbekalkan pendidikan tinggi, asalkan anda cakap dalam berselancar di dunia maya (berinternet) maka anda dapat menjalankan sistem ini.
5. Anda terbebas dari beban pengemasan dan pengantaran produk.
6. Sistem ini tidak kenal batas waktu atau ruang, alias anda dapat menjalankan usaha ini kapanpun dan dimanapun anda berada.

Hukum Dropshipping.

Dan untuk mengetahui status hukum halal haram suatu perniagaan, maka anda harus melihat tingkat keselarasan sistem tersebut dengan prinsip-prinsip dasar perniagaan dalam Syari’at. Bila perniagaan tersebut selaras dengan prinsip syari’at maka halal untuk anda jalankan. Namun bila terbukti menyeleweng dari salah satu prinsip atau bahkan lebih maka sudah sepantasnya anda mewaspadainya.
Berikut beberapa prinsip syari’at yang perlu dicermati karena berkaitan erat dengan sistem dropshipping:

Prinsip Pertama : Kejujuran.
Berharap mendapat keuntungan dari suatu perniagaan bukan berarti menghalalkan dusta. Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya arti kejujuran dalam perniagaan

Prinsip Kedua : Jangan Menjual Barang Yang Tidak Anda Miliki.

Islam begitu menekankan kehormatan harta kekayaan umatnya. Karena itu, islam mengharamkan atas umat Islam berbagai bentuk tindakan merampas atau pemanfaatan harta orang lain tanpa izin atau kerelaan darinya.

Prinsip Ketiga : Hindari Riba Dan Berbagai Celahnya.

Sejarah umat manusia telah membuktikan bahwa praktek riba senantiasa mendatangkan menghancurkan tatanan ekonomi masyarakat. Wajar bila islam mengharamkan praktek riba dan berbagai praktek niaga yang dapat menjadi celah terjadinya praktek riba.


Sistem dropshipping pada tahapan prakteknya bisa saja melanggar ketiga prinsip di atas atau salah satunya, sehingga keluar dari aturan syariat alias haram. Seorang dropshipper bisa saja mengaku sebagai pemilik barang atau paling kurang sebagai agen, padahal pada kenyataannya tidak demikian. Karena dusta ini bisa jadi konsumen menduga bahwa ia mendapatkan barang dengan harga murah dan terbebas dari praktek percaloan, padahal kenyataannya tidak demikian. Andai ia menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan seorang agen atau pihak kedua, bisa saja ia mengurungkan pembeliannya.

Pelanggaran bisa juga berupa dropshipper menawarkan lalu menjual barang yang belum ia terima, walaupun ia telah membelinya dari supplier. Dengan demikian dropshipper melanggar larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas.

Atau bisa jadi dropshipper menentukan keuntungan melebihi yang diizinkan oleh supplier. Jelaslah ulah dropshipper ini merugikan supplier, karena barang dagangan miliknya telat laku, atau bahkan kehilangan pasarnya.

Solusi
Agar terhindar dari berbagai pelanggaran di atas, maka anda dapat saja melakukan salah dari beberapa alternatif berikut:

Alternatif Pertama:
Sebelum menjalankan sistem dropshipping, terlebih dahulu anda menjalin kesepakatan kerjasama dengan supplier. Atas kerjasama ini anda mendapatkan wewenang untuk turut memasarkan barang dagangannya. Dan atas partisipasi anda dalam pemasaran ini, anda berhak mendapatkan fee alias upah yang nominalnya telah disepakati bersama pula.

Penentuan fee atas jasa pemasaran ini bisa saja dihitung berdasarkan waktu kerjasama, atau berdasarkan jumlah barang yang berhasl anda jual. Bila alternatif ini yang menjadi pilihan anda, berarti anda bersama supplier menjalin akad “ju’alah” (jual jasa). Yaitu salah satu model dari akad jual-beli jasa yang upahnya ditentukan sesuai dengan hasil kerja, bukan waktu kerja.

Alternatif Kedua: Anda juga dapat mengadakan kesepakatan dengan para calon konsumen yang membutuhkan berbagai macam barang. Dan atas jasa anda mengadakan barang, anda mensyaratkan imbalan dalam nominal tertentu. Dengan demikian anda menjalankan model usaha jual beli jasa, atau semacam biro jasa pengadaan barang.

Alternatif Ketiga : Anda juga dapat menggunakan skema akad salam dalam aktifitas anda. Dengan demikian anda berkewajiban menyebutkan berbagai kriteria barang kepada calon konsumen baik dilengkapi dengan gambar barang atau tidak. Dan setelah ada calon konsumen yang berminat terhadap barang yang anda tawarkan dengan harga yang disepakati pula, maka anda baru mengadakan barang. Skema salam samacam ini barang kali yang paling mendekati sistem dropshipping, walau demikian perlu dicatatkan dua hal penting yang mungkin membedakan antara keduanya:
1. Dalam skema akad salam calon konsumen harus melakukan pembayaran secara tunai nan lunas pada awal akad.
2. Semua resiko selama pengiriman barang hingga barang tiba di tangan konsumen menjadi tanggung jawab dropshipper dan bukan supplier.

Alternatif Keempat : Anda menggunakan skema akad murabahah lil ‘amiri bissyira’ (pemesanan tidak mengikat). Yaitu ketika ada calon konsumen yang tertarik dengan barang yang anda pasarkan, segera anda mengadakan barang tersebut sebelum ada kesepakatan harga dengan calon pembeli. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, segera anda mengirimkannya ke calon pembeli. Setiba barang di tempat calon pembeli, anda baru mengadakan negoisasi penjualan dengannya. Dan sudah dapat diduga bahwa calon pembeli memiliki wewenang penuh untuk membeli atau mengurungkan rencana pembeliannya.

Liat Video Bincang Santai: Hukum Dropshippping - Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. 


Penutup dari Dr. Arifin Badri :
Paparan singkat tentang skema sistem dropshipping diatas, semoga dapat menambah khazanah ilmu agama Kita. Dan besar harapan saya semoga Allah Ta’ala memudahkan dan memberkahi perniagaan anda. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan menambah kesuksesan bisnis Saya, Sahabat, dan Kita semua. Amin